Kebohongan dan Popularitas


Psikolog dari Universitas Massachusetts, Amerika Serikat, Robert S. Feldman menemukan adanya hubungan antara kebohongan dan popularitas di kalangan pelajar (anak muda). Penelitian yang dilakukan Robert S. Feldman ini dimuat dalam edisi terbaru Journal of Nonverbal Behavior.

"Kami menemukan bahwa kebohongan yang dilakukan oleh pelajar sebenarnya menunjukkan bahwa pelajar tersebut memiliki kemampuan kontrol sosial yang tinggi", demikian kata Feldman.

Feldman melakukan penelitian terhadap 32 orang tua pelajar tingkat menengah dan atas yang berusia antara 11 hingga 16 tahun, dan memberikan kuesioner yang berisi tentang berbagai informasi mengenai aktivitas anak-anak mereka, hubungan sosial, serta kemampuan anak-anak mereka di sekolah. Berdasarkan atas data-data itu, para pelajar dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang memiliki tingkat sosialisasi yang rendah, dan kelompok yang memiliki tingkat sosialisasi yang tinggi. Para pelajar dalam dua kelompok tersebut diminta satu persatu untuk melakukan tes terhadap rasa yang sedap pada minuman yang manis, serta minuman masam dan minuman yang tidak sedap. Kemudian mereka diminta untuk meyakinkan para pengawas bahwa mereka menyukai atau tidak menyukai apa yang mereka minum. Ini membuat para pelajar tersebut membuat satu pernyataan yang benar dan satu pernyataan yang bohong.

Kegiatan itu direkam dalam bentuk video dan diedit secara seimbang menjadi bagian-bagian tertentu. Kepada 48 orang mahasiswa diperlihatkan rekaman ke-64 kegiatan tes itu untuk mengevaluasi efektifitas para pelajar mengekspresikan reaksi mereka saat mencicipi minuman yang disajikan dalam tes. Hasilnya ternyata bertentangan dengan tes minum yang dilakukan, umur, jenis kelamin para pelajar yang dites, dan kemampuan sosialisasi seperti yang dikatakan orang tua pra pelajar yang menjalani tes.

"Kami ingin mendapatkan bahwa kemampuan sosialisasi yang tinggi akan membuat seseorang lebih mudah memperdayakan orang lain, atau bahwa menjadi seorang pembohong besar akan membuat seseorang semakin terkenal", kata Feldman.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa remaja adolesen lebih mampu melakukan kebohongan dibandingkan dengan remaja yang lebih muda. Remaja putri juga didapati lebih bisa melakukan kebohongan dibanding remaja pria. Pada semua tingkatan usia dan jenis kelamin, mereka yang memiliki kemampuan sosialisasi yang lebih tinggi ternyata lebih berpotesial untuk menjadi pembohong besar. Saat berbohong, mereka lebih mampu mengendalikan ekspresi wajah, gerakan tubuh, intonasi suara, serta kontak mata. Sedangkan mereka yang kurang bagus kemampuan sosialisasinya, mengalami banyak kesulitan dalam mengontrol perilakunya saat berbohong.

"Penelitian ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak realistis jika kita selalu berharap bahwa manusia akan selalu berkata jujur. Sebenarnya kita tidak ingin menerima kenyataan ini. Anak-anak pada usia muda berpikir untuk selalu bersopan santun dan berkata manis dalam segala situasi, meskipun sebenarnya yang mereka katakan bukanlah suatu kejujuran yang sebenarnya. Dengan begitu, mereka dapat diterima dengan baik oleh lingkungannya, semakin mendapat tempat, dan semakin populer", demikian kata Feldman.
 

Seminar - Sosialisasi Profesi Penilai Publik kepada Perguruan Tinggi

Tanggal 6 Desember 2011,saya menghadiri suatu seminar yang diadakan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan Topik "Sosialisasi Profesi Penilai Publik kepada Perguruan Tinggi".
Seminar ini membahas tentang Profesi Penilai publik,seminar ini menambah pengetahuan kami yang tadinya tidak tahu-menahu tentang apa itu Profesi Penilai Publik,di bidang apa mereka bergerak,dan seberapa besar peranan profesi tersebut.

Penilaian, adalah proses pekerjaan untuk memberikan estimasi dan pendapat atas nilai ekenomis suatu objek pada saat tertentu sesuai dengan SPI.
Penilai, adalah seseorang yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan penilaian
Penilai Publik, yang telah memperoleh ijin dari menteri untuk memberikan jasa sebagaimna diatur dalam peraturan menteri keuangan atau penilai eksternal sebagaimana dimaksaud dalam PMK di bidang kekaayaan Negara dan Lelang.

Penilai adalah perofesi untuk kepentingan universal bukan hanya menentukan nilai aset namun dapat menentukan nilai ekuitas kewajiban dan kepentingan keuangan lainnya.
ada beberapa penggolongan Penilai yaitu,Penilai Internal,Penilai Pemerintah,Penilai Publik (Penilai Properti,Penilai Bisnis)

Penilai bekerja untuk berbagai keperluan,seperti Perpindahan hak kepemilikan - jual beli, Kepentingan pengadilan/Litigasi meliput; ganti kerugian domain,kontrak properti,kerusakan lingkungan dan pajakm,penentuan kelayakan investasi dan proyek - Studi kelayakan,dll.

sertifikat, untuk tambahan nilai IBD :))

Chance

" No one is born to lose
Everyone is born to win
And the biggest difference that separates the one from the other is the willingness to learnto change,and to growth."

"Cinta diciptakan oleh Tuhan untuk mengunggulkan kelebihan orang lain dan menutupi kekurangannya, sehingga terciptalah equilibrium."

Manusia dan Cinta kasih


A.  Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan kata lain cinta dan kasih memiliki hampir kesamaan arti tetapi kata kasih memperkuat arti dari cinta.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.  Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
  3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Ada 3 unsur tentang cinta, yaitu:

1 . Keintiman : kedekatan hub
2. Gairah  : secara sexual, cantik,ganteng,dll
3. Komitmen : pernyataan bahwa kau pacarku
kemungkinan:
a) keintiman+komitmen =Cinta Hampa = ada pernyataan pacaran , ada kedekatan tp nga ada nafsu (ketertarikan lawan jenis)
b) =komitmen+Nafsu=:Cinta Romantis ada pernyataan dan ada ketertarikan terhadap lawan jenis (merasa pasanganya cantik,guanteng,dll)
c) = Nafsu+keintiman=Cinta Semberonoo: ada ketertarikan,ada kedekatan hubungan tapi tidak  ada status pacaran.
Ada tiga tingkat cinta.
Pertama, cinta atas dasar harapan mendapat sesuatu. Yaitu ketika seorang yang mencintai kekasihnya karena menginginkan sesuatu dari kekasihnya itu. Dan sesuatu yang diinginkannya itu biasanya berujud materi.
Kedua, cinta atas dasar mengharap ridho kekasih. Cinta seperti ini lebih tinggi tingkatannya dari yang pertama. Yaitu mencintai kekasih karena semata mengharap ridhonya. Orang yang memiliki cinta tingkat kedua ini akan melakukan apapun secara sukarela dengan tujuan agar kekasih mendapatkan kebahagiaan. Agar kekasih memperoleh kesenangan. Agar kekasih terhindar dari marabahaya, dll. Terkadang ada dia berani mengambil resiko besar dalam melakukan hal-hal tersebut. Terkadang dia bersedia melakukan sesuatu yang konyol dan memalukan. Terkadang dia mau melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.
Ketiga, cinta atas dasar mengharap Ridho Allah sekaligus ridho kekasih. Inilah cinta sejati. Inilah cinta tertinggi. Pada cinta jenis kedua (mengharap ridho kekasih), adakalanya orang tersebut melakukan sesuatu dengan tulus namun apa yang dilakukannya itu tidak diridhoi oleh Allah, Sang Pencipta Cinta. Artinya apa yang dilakukannya itu menyimpang dari aturan-aturan agama. Jika demikian adanya, maka dia dan kekasihnya tidak akan merasakan kebahagiaan sejati. Yang dirasakannya hanyalah kesenangan jangka pendek dan bersifat semu.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang – kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang – kadang mencintai orang lain. Atau juga mencintai anak dan istrinya, hartanya, Allah dan rasulnya. Ada berbagai bentuk cinta yaitu :
  1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
  2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya. 


3.Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dai cinta erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta yang sesunguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpadisadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih sayang.


  1. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dai diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
  2. Cinta Terhadap Allah, yaitu mencintai sang khalik dengan kesadaran diri sendiri.
  1. KASIH SAYANG


Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laiki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.
  1. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
  • Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
  • Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
  • Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
A. PEMUJAAN



Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.



  1. A. BELAS KASIH
Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .  Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi milik kedalaman,kekuatan atau gairah .
Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk  Anda .
  1. B. Studi Kasus
Cinta merupakan suatu hal yang sulit untuk dijelaskan. Setiap orang pasti memilki pengertian atau presepsi yang berbeda soal cinta. Cinta itu ibarat air hujan yang semua orang tidak dapat memprediksi datangnya dan juga akan turun ke semua orang. Cinta tidak hanya cinta kepada lawan jenis tetapi juga cinta kepada hewan, tumbuhan, uang, dan masih banyak lagi.
Dizaman yang sudah era globalisasi ini, cinta merupakan hal yang biasa. Bahkan anak yang masih ingusan pun mengerti tentang cinta walaupun mereka tak tahu makna sebenarnya tentang cinta.  Pacaran pun terkadang  orang membuktikan dengan cinta. “Kalau Cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat”, maksudnya adalah jika seseorang sudah terjangkit dengan yang namanya virus cinta pasti di dapat melakukan segala hal untuk cintanya itu. Tetapi apakah makna sejati tentang cinta ? Tidak ada Cinta sejati didunia hanya cinta Tuhan kepada umatnya dan cinta orangtua kepada anaknya. Tanpa cinta hidup kita tak akan menjadi indah.
Seringkali orang salah mengartikan Cinta, banyak pula anak – anak yang tidak merasakan kasih sayang.

Sumber :
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/…/bab4-manusia_dan_cinta_kasih.pdf

http://forum.detik.com/unsur-cinta-t74366.htm
http://www.anneahira.com/makna-kasih-sayang.htm
http://www.cintaromantis.com/cintaromantis8.php
gambar :

Psikologi : Warna & Kepribadian

Pilih sebuah bentuk dibawah ini yang paling kamu senangi lalu baca kepribadianmu dibawahnya
Seorang psikologis mengembangkan bentuk-bentuk ini, yang telah diuji secara luas di dunia selama beberapa tahun. Warna warnanya telah mengalami perbaikan dan diuji lagi sampai didapatkan satu set bentuk yang terbaik. Bentuk-bentuk ini mewakili sembilan tipe kepribadian dasar.



1. Introspektif, Sensitif , Reflective

Kamu lebih sering dan fokus terhadap diri dan lingkungan sendiri daripada berinteraksi dengan orang lain. Kamu membenci kedangkalan, lebih senang menyendiri daripada terluka karena bisikan orang. Tapi hubunganmu dengan teman-temanmu sangat intensif, yang memberikanmu ketenangan dan keserasian yang kamu butuhkan untuk merasa baik. Bagaimanapun itu bukan masalah bagimu untuk menyendiri untuk beberapa waktu tanpa menjadi bosan.

2. Mandiri ,Tidak biasa (tidak konvensional) ,Tak tertekang

Kamu menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkanmu menentukan jalan kamu sendiri. Kamu memiliki bakat artistik dalam kerjaanmu dan aktifitas luangmu. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan kamu melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang kamu inginkan.
Gaya hidupmu sangat individual. Kamu tidak akan meniru secara buta apa yang sedang "in", disisi lain kamu mencari kehidupan yang sesuai dengan cita cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus berenang melawan pasang.

3. Dinamis ,Aktif ,Mementingkan hal-hal lahir

Kamu sungguh berkeinginan untuk menerima beberapa resiko dan berkomitmen kuat dalam menukar ketertarikan dan pekerjaan yang bervariasi. Rutin, berlawanan, cenderung berefek melumpuhkanmu. Apa yang paling kamu sukai adalah bisa memainkan peran dalam banyak bidang.Dalam melakukannya, inisiatifmu lebih kuat.

4. Bersahaja,Sangat teguh pendirian ,harmonis

Kamu menghargai gaya dan cinta alami yang tidak rumit. Orang mengagumimu karena kamu memiliki kemampuan bertanan kuat dan mereka bergantung padamu. Kamu memberikannya pada orang yang dekat perlindungan dan jarak. Kamu merasa hangat dan manusiawi. Kamu menolak segala sesuatu yang mencolok dan usang. Kamu cenderung ragu pada tingkah/perubahan trend mode. Bagimu pakaian harus praktis dan bagus yang tidak menonjol.

5. Professional ,Pragmatis ,Percaya diri

Kamu bertanggung jawab pada hidupmu, meletakkan lebih kecil keberuntunganmu dan lebih kepada perbuatanmu sendiri.Kamu memecahkan masalah dengan tindakan yang praktis dan tidak rumit. Kamu memandang secara realistis sesuatu dalam hidupmu dan menanganinya dengan baik. Kamu diberi tanggung jawab yang besar dalam pekerjaan, karena orang tahu bahwa kamu dapat diandalkan. Kekuatan tegasmu terhadap kemauan akan memproyeksikan keyakinanmu terhadap orang lain. Kamu tidak akan pernah benar-benar merasa puas sampai semua cita-citamu

6. Tenang/Damai ,Bijaksana,Tidak Agresif

Kamu menanggap hidup mudah karena bijaksana. Kamu mendapatkan teman tanpa kesukaran karena menikmati keprifasianmu dan kemandirianmu. Kamu sering menjauh darinya dan menyendiri dari waktu ke waktu untuk merenungi arti kehidupan dan menikmati sendiri. Kamu membutuhkan tempat untuk persembunyian yang indah, tapi kamu tidak seoarang penyendiri. Kamu tenang terhadap diri sendiri dan dunia, dan menghargai hidup dan apa yang dunia tawarkan.

7.Riang,Suka bermain/melucu,menyenangkan

Kamu menyukai kehidupan yang bebas dan spontan. Dan kamu berusaha menikmatinya secara penuh karena memegang moto " KAmu hanya hidup sekali.Keingin tahuanmu besar dan terbuka trhadp segala sesuatu yang baru, kamu berkembang dengan perubahan. Kamu menganggap lingkunganmu serbaguna dan selalau memberikan kejutan.

8. Romantis,Pemimpi ,Emosional

Kamu sangat sensitif. Kamu menolak melihat sesuatu dari sudut pandang kesederhanaan dan tasionalitas. Apa yang perasaanmu katakan sangat penting untukmu. Kenyataanya, Kamu merasa penting untuk memiliki mimpi-mimpi dalam hidup. Kamu menolak orang yang mencemoohkan romantisme dan hanya dikendalikan oleh rasionalitas. Kamu menolak utnuk membiarkan sesuatu membatasi keragaman kekayaan mood dan emosimu.

9. Analitis,Terpercaya ,Percaya diri

Senstifitas sebentarmu mewakili kualitas dan ketahanan yang tinggi.Konsekuensinya, kamu suka menyelimuti dirimu dengan " mutiara kecil " yang kamu temukan dimanapun orang lain mengabaikannya. Lalu, Budaya sangat mempengaruhi kehidupanmu. Kamu telah temukan kehidupanmu sendiri, yaitu elegan/luwes dan eksklusif, bebas dari pengaru mode. Idealmu, kamu mendasarkan kehidupanmu, adalah dibudayakan kesenangan.Kamu menilai tingkatan budaya seseorang pada siapa kamu berbicara.

Ciri Sikap Orang Berbohong

Kategori: psikologi-umum, zona-psikologi


Seringkali kita merasa sakit hati jika seseorang berbohong pada kita dan kita kadang sering bertanya
“kenapa si dia berbohong? Kok bisa saya dibohongi seperti ini?”
dan banyak lagi kalimat-kalimat heran bercampur sakit hati karna dibohongi.


Nah saya akan coba berbagi pengetahuan bagaimana ciri-ciri atau karakteristik orang yang sedang berbohong. Ini penting, soalnya dengan begitu kita akan sadar bahwa pada saat itu kita sedang dibohongi. Jadi sobat bisa secara langsung atau tidak langsung mengambil sikap terhadap orang yang sedang mencoba berbohong dengan sobat.


Mau tau?? Ok, Ciri-Ciri orang sedang berbohong menurut saya adalah:


1. Menyentuh Wajah


Hal yang paling umum saat seseorang berbohong adalah dengan menyentuh wajah mereka. Terutama dua bagian yaitu mata dan hidung.


Saat seseorang berbicara dengan menggosok-gosok matanya tanpa alasan yang jelas dan masuk akal, percayalah dia ingin menghindari kontak mata dengan sobat. 100% yakinlah bahwa dia sedang berbohong. Kecuali jika memang ruangan penuh debu, bisa jadi mata orang itu memang kemasukan debu.


2. Perubahan Suara dan Menjawab Terlalu Berhati-Hati


Ciri-ciri pembohong bisa di dengar dari nada bicaranya, jika sedang meninggi, artinya sebuah dusta sedang diceritakan. Selain itu lihat juga suaranya yang tegang dan jeda antar kalimat berlangsung lama, terbata-bata, Itu bisa dipastikan deh sedang berbohong.


Hal-hal di atas selain karena tegang mereka juga mengulur-ngulur waktu untuk menyusun jawaban yang rasional. Sehingga selalu menjawab pertanyaan dengan berhati-hati.


3. Menggaruk-Garuk


Cara paling gampang mendeteksi kebohongan adalah melalui gerakan tangan. Kebanyakan pembohong tidak banyak menggerakkan tangan saat mereka melakukan aksinya. Tapi ada satu yang sering mereka lakukan yaitu menggaruk. Biasanya lima kali saling susul mereka menggaru-garuk bagian tubuhnya. Hal ini dikarenakan stimulasi dari menggaruk membuat orang tersebut mampu mengurangi kegelisahan hatinya saat berbohong


4. Gerakan Kaki


Coba anda perhatikan saat seseorang yang sedang berdiri, lihatlah saat kaki mereka mulai mengetuk ke tanah. Sudah pasti mereka sedang menjadi pembohong


Dan Juga ...


Saat Pembohong sedang duduk, Maka kemungkinan besar dia akan mengayun-ayunkan kaki mereka. Sama juga maksudnya adalah untuk mengurangi kegelisahan di hatinya.


5. Senyum Terpaksa.


Andaikata teman sobat menyeringai maka itu adalah senyum palsu dan menunjukkan sebuah kebohongan. Karena senyum yang sebenarnya saat sebuah senyum merebak ke seluruh wajah dan mengeriputkan/mengecilkan kelopak mata.


6. Menghindari Kontak Mata


Seorang yang berbohong tanpa disadari oleh pelaku sendiri dia tidak mampu untuk melakukan kontak mata terhadap sobat terlalu lama, walaupun si pelaku berusaha pada awalnya melakukan kontak mata saat berbicara kepada sobat, tapi perhatikanlah, dia akan sering kali melayangkan pandangannya ke arah lain saat berbicara pada sobat, entah itu menatap ke meja, sambil melihat orang lalu lalang, atau apa saja yang bisa dia lihat selain mata sobat.
Reaksi mata memang bagian terpenting yang dapat mengungkap kebohongan seseorang selain dari sikap dan tingkah laku pelaku kebohongan tersebut.


7. Gelisah


Nah inilah hal yang paling dapat kita tebak bahwa orang tersebut apakah berbohong atau tidak. Sikapnya tidak tenang, sering menggerakkan tubuhnya dan tidak bisa diam hanya dalam satu sikap, telapak tangan kadang berkeringat, atau ada saja yang dia lakukan selama berbincang, entah memainkan garpu atau sendok saat berada di rumah makan, sambil memainkan hape atau apapun yang dapat menyimpulkan orang tersebut sedang gelisah.




Semua ciri-ciri orang berbohong tersebut tidak bisa berdiri sendiri, biasanya ada kombinasi dari sikap-sikap tersebut.


Nah, bagaimana jika tidak ada satu pun menurut sobat sikap di atas yang ditampilkan oleh pelaku kebohongan tersebut, sehingga dia sukses membohongi sobat??


Jangan khawatir, hal itu sebenarnya adalah karena sobat luput memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin mencirikan dia sedang berbohong, entah si pelaku terlalu pintar berbohong atau sobat yang terlalu menyimak kalimat-kalimat “bohong” si dia sehingga sobat tidak memperhatikan sikap si dia.


Memang tidak bisa secara gampang menebaknya walaupun kita sudah mengetahui garis besar ciri-ciri orang berbohong, itu semua butuh pengalaman yang banyak menghadapi orang banyak dalam menerka sikap seseorang untuk dikategorikan berbohong.


Intinya perhatikan hal-hal yang kecil sekalipun sikap berbeda yang tidak biasa si dia lakukan lalu silahkan analisis menurut logika dan pengalaman sobat sendiri dan jangan lupa perhatikan situasi, kondisi,topik obrolan dan lainnya.
http://alvinarea.blogspot.com/2011/07/ciri-sikap-orang-berbohong.html
© Rhyme in Psychology (R I P)
Maira Gall